Selasa, 29 Maret 2011

DOA BAPA KAMI

RAHASIA DOA BAPA KAMI DIJABARKAN
DENGAN PELAJARAN TABERNAKEL DAN
7 TINGKAT IMAN
( MATIUS 6:9-13)

Sebelum kita akan mempelajari Rahasia Doa Bapa Kami yang akan dijabarkan dengan Pelajaran Tabernakel dan 7 Tingkat Iman, maka marilah kita melihat dahulu tentang Injil Matius secara garis besar.

Pendahuluan
Penulis : murid yesus Matius
Tema : Yesus, Raja Mesianis
Tanggal Penulisan : Tahun 60-an SM

Latar Belakang
Injil ini dengan tepat sekali ditempatkan pertama sebagai pengantar PB dan "Mesias, Anak Allah yang hidup" (Mat 16:16). Walaupun nama pengarang tidak disebutkan dalam nas Alkitab, kesaksian semua bapa gereja yang mula-mula (sejak kira-kira tahun 130 M) menyatakan bahwa Injil ini ditulis oleh Matius, salah seorang murid Yesus.
Jikalau Injil Markus ditulis untuk orang Romawi dan Injil Lukas untuk Teofilus dan semua orang percaya bukan Yahudi maka Injil Matius ditulis untuk orang percaya bangsa Yahudi. Latar Belakang Yahudi dari Injil ini tampak dalam banyak hal, termasuk
(1) ketergantungannya pada penyataan, janji, dan nubuat PL untuk membuktikan bahwa Yesus memang Mesias yang sudah lama dinantikan;
(2) hal merunut garis silsilah Yesus, bertolak dari Abraham (Mat 1:1-17);
(3) pernyataannya yang berulang-ulang bahwa Yesus adalah "Anak Daud" (Mat 1:1; 9:27; 12:23; 15:22; 20:30-31; 21:9,15; 22:41-45);
(4) penggunaan istilah yang khas Yahudi seperti "Kerajaan Sorga" (yang searti dengan "Kerajaan Allah") sebagai ungkapan rasa hormat orang Yahudi sehingga segan menyebut nama Allah secara langsung dan
(5) petunjuknya kepada berbagai kebiasaan Yahudi tanpa memberikan penjelasan apa pun (berbeda dengan kitab-kitab Injil yang lain).

Sekalipun demikian, Injil ini tidak semata-mata untuk orang Yahudi. Seperti amanat Yesus sendiri, Injil Matius pada hakikatnya ditujukan kepada seluruh gereja, serta dengan saksama menyatakan lingkup universal Injil (mis. Mat 2:1-12; 8:11-12; 13:38; 21:43; 28:18-20).

Tanggal dan tempat Injil ini berasal tidak dapat dipastikan. Akan tetapi, ada alasan kuat untuk beranggapan bahwa Matius menulis sebelum tahun 70 M ketika berada di Palestina atau Antiokia di Siria. Beberapa sarjana Alkitab percaya bahwa Injil ini merupakan Injil yang pertama ditulis, sedangkan ahli yang lain beranggapan bahwa Injil yang ditulis pertama adalah Injil Markus.

Garis Besar
I. Memperkenalkan Mesias (Mat 1:1-4:11)
A. Silsilah Yahudi Yesus (Mat 1:1-17)
B. Kelahiran dan Pengungsian ke Mesir (Mat 1:18-2:23)
C. Perintis Jalan Sang Mesias (Mat 3:1-12)
D. Pembaptisan Sang Mesias (Mat 3:13-17)
E. Pencobaan Sang Mesias (Mat 4:1-11)

II. Pelayanan Mesianis Yesus di dan sekitar Galilea (Mat 4:12-18:35)
A. Ringkasan Pelayanan yang Awal di Galilea (Mat 4:12-25)
B. Ajaran tentang Kemuridan dalam Kerajaan (Mat 5:1-7:29)
C. Kisahan I: Perbuatan-Perbuatan Luar Biasa dari Kerajaan (Mat 8:1-9:38)
D. Ajaran tentang Pemberitaan Kerajaan (Mat 10:1-42)
E. Kisahan II: Kehadiran Kerajaan (Mat 11:1-12:50)
F. Ajaran tentang Rahasia Kerajaan (Mat 13:1-58)
G. Kisahan III: Krisis Kerajaan (Mat 14:1-17:27)
H. Ajaran tentang Keanggotaan dalam Kerajaan (Mat 18:1-35)



III.Puncak Pelayanan Mesianis Yesus di Yudea/Perea dan Yerusalem (Mat 19:1-26:46)
A. Perjalanan Yesus ke Yerusalem (Mat 19:1-20:34)
B. Minggu Terakhir yang dilewatkan Yesus di Yerusalem (Mat 21:1-26:46)
1. Masuk Yerusalem dan Penyucian Bait Allah (Mat 21:1-22)
2. Perdebatan dengan Orang Yahudi (Mat 21:23-22:46)
3. Pengecaman terhadap ahli Taurat dan Orang Farisi (Mat 23:1-39)
4. Ajaran di Bukit Zaitun tentang Masa Depan Kerajaan (Mat 24:1-25:46)
5. Komplotan untuk Mengkhianati Yesus (Mat 26:1-16)
6. Perjamuan Terakhir (Mat 26:17-30)
7. Getsemani (Mat 26:31-46)

IV. Yesus Ditangkap, Diadili dan Disalibkan (Mat 26:47-27:66)
A. Yesus Ditangkap (Mat 26:47-56)
B. Yesus Diadili (Mat 26:57-27:26)
C. Yesus Disalibkan (Mat 27:27-56)
D. Yesus Dikubur (Mat 27:57-66)

V. Yesus Bangkit (Mat 28:1-20)
A. Penemuan Luar Biasa Para Wanita (Mat 28:1-10)
B. Saksi-Saksi Palsu (Mat 28:11-15)
C. Amanat Tuhan yang Bangkit (Mat 28:16-20)

Tujuan
Matius menulis Injil ini
(1) untuk memberikan kepada sidang pembacanya kisah seorang saksi mata mengenai kehidupan Yesus,
(2) untuk meyakinkan pembacanya bahwa Yesus adalah Anak Allah dan Mesias yang dinubuatkan oleh nabi PL, yang sudah lama dinantikan, dan
(3) untuk menunjukkan bahwa Kerajaan Allah dinyatakan di dalam dan melalui Yesus Kristus dalam cara yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Matius ingin sekali agar pembacanya memahami bahwa
(1) Hampir semua orang Israel menolak Yesus dan kerajaan-Nya. Mereka tidak mau percaya karena Ia datang sebagai Mesias yang rohani dan bukan sebagai Mesias yang politis.
(2) Hanya pada akhir zaman Yesus akan datang dalam kemuliaan-Nya sebagai Raja segala raja untuk menghakimi dan memerintah semua bangsa.

Survai
Matius memperkenalkan Yesus sebagai penggenapan pengharapan Israel yang dinubuatkan. Yesus menggenapi nubuat PL dalam kelahiran-Nya (Mat 1:22-23), tempat lahir (Mat 2:5-6), peristiwa kembali dari Mesir (Mat 2:15) dan tinggal di Nazaret (Mat 2:23); Ia juga diperkenalkan sebagai Oknum yang didahului oleh perintis jalan Sang Mesias (Mat 3:1-3); dalam hubungan dengan lokasi utama dari pelayanan-Nya di depan umum (Mat 4:14-16), pelayanan penyembuhan-Nya (Mat 8:17), peranan-Nya selaku hamba Allah (Mat 12:17-21), ajaran-Nya dalam bentuk perumpamaan (Mat 13:34-35), peristiwa memasuki Yerusalem dengan jaya (Mat 21:4-5) dan penangkapan-Nya (Mat 26:56).

Pasal 5-25 (Mat 5:1-25:46) mencatat lima ajaran utama yang disampaikan oleh Yesus dan lima kisahan utama mengenai perbuatan-Nya yang besar sebagai Mesias. Lima ajaran utama itu adalah:
(1) Khotbah di Bukit (pasal 5-7; Mat 5:1-7:29);
(2) pengarahan bagi orang yang diutus untuk berkeliling memberitakan Kerajaan itu (pasal 10; Mat 10:1-42);
(3) perumpamaan tentang Kerajaan Allah (pasal 13; Mat 13:1-30);
(4) sifat seorang murid sejati (pasal 18; Mat 18:1-35) dan
(5) ajaran di Bukit Zaitun mengenai akhir zaman (pasal 24-25; Mat 24:1-25:46).

Lima kisah utama dalam Injil ini adalah:
(1) Yesus mengerjakan tanda ajaib dan mukjizat, yang menegaskan tentang realitas kerajaan itu (pasal 8-9; Mat 8:1-9:38);
(2) Yesus mempertunjukkan lebih lanjut adanya kerajaan (pasal 11-12; Mat 11:1-12:50);
(3) Pengumuman kerajaan menimbulkan bermacam-macam krisis (pasal 14-17; Mat 14:1-17:27);
(4) Yesus berjalan ke Yerusalem dan tinggal di situ pada minggu terakhir (Mat 19:1-26:46);
(5) Yesus ditangkap, dihakimi, disalibkan dan bangkit dari antara orang mati (Mat 26:47-28:20). Tiga ayat yang terakhir dari kitab Injil ini mencatat "Amanat Agung" Yesus.

Ciri-Ciri Khas
Tujuh ciri utama menandai Injil ini.
(1) Kitab ini merupakan Injil yang mencolok sifat ke-Yahudiannya.
(2) Ajaran dan pelayanan Yesus di bidang penyembuhan dan pelepasan disajikan secara paling teratur. Karena hal ini, maka pada abad kedua gereja sudah mempergunakan Injil ini untuk membina orang yang baru bertobat.
(3) Kelima ajaran utama berisi materi yang terluas di dalam keempat Injil yang mencatat pengajaran Yesus
(a) selama pelayanan-Nya di Galilea dan
(b) mengenai hal-hal terakhir (eskatologi).
(4) Injil ini secara khusus menyebutkan peristiwa dalam kehidupan Yesus sebagai penggenapan PL jauh lebih banyak daripada kitab lain di PB.
(5) Kerajaan Sorga/Kerajaan Allah disebutkan dua kali lebih banyak daripada kitab lain di PB.
(6) Matius menekankan
(a) standar-standar kebenaran dari Kerajaan Allah (pasal 5-7; Mat 5:1-7:29);
(b) kuasa kerajaan itu atas dosa, penyakit, setan-setan, dan bahkan kematian; dan
(c) kejayaan kerajaan itu di masa depan dalam kemenangan yang mutlak pada akhir zaman.
(7) Hanya Injil ini yang menyebutkan atau menubuatkan gereja sebagai suatu wadah yang menjadi milik Yesus di kemudian hari (Mat 16:18; 18:17).

Injil Matius ini ditulis oleh Rasul Matius; nama Matius berasal dari kata Matias yang artinya Anugerah ALLAH - Latar belakang Matius adalah pemungut cukai, yang dalam zamannya pemungut cukai itu dianggap orang yang sangat berdosa oleh para Imam dan ahli taurat.
Matius dan juga Yesus hidup dimasa Israel takluk kepada Kerajaan Romawi.- Sejarah mencatat bahwa wilayah kekuasaan dari kerajaan Romawi ialah sebagian besar benua Eropa dan juga Sebagian dari benua Afrika dan Asia.
Apa sebabnya sampai Israel harus harus tunduk kepada kekaisaran Romawi ??
Sekitar tahun 100 sM maka ada seorang raja dari suku Makabeus yang telah menjadi raja Israel, dan ketika ia meninggal ± tahun 76 sM maka permaisurinya yang bernama Aleksandra yang telah menggantikannya.
Setelah Aleksandra meninggal, maka terjadilah perpecahan dalam negeri karena kedua anaknya saling memperebutkan tahta Kerajaan tersebut; Aristobulus mau mengesampingkan Kakaknya Hirkanus, sehingga terjadilah perang saudara. Keduanya meminta bantuan dari Kerajaan Romawi, melalui Jenderal Romawi, yang sangat terkenal di masanya yaitu Pompeyus. Pompeyus memihak kepada Hirkanus. Aristobulus ditangkap, sedangkan Hirkanus diangkat menjadi raja Israel. Inilah antara lain penyebab sehingga kerajaan Romawi menguasai Israel.
Karena adanya penindasan–penindasan yang dialami oleh orang-orang Israel dari wali-wali kekaisaran Romawi, sehingga timbul pemberontakan-pemberontakan karena ingin bebas dari penjajahan. Bangsa Israel sangat mendambakan kedatangan Mesias untuk membebaskan mereka dari kuk penjajahan ini, dikala itulah Yesus lahir. Setelah Yesus memulaikan pelayanan di wilayah Galilea dan turun sampai ke Yudea, dari mulut ke mulut terdengarlah berita bahwa Yesus itulah Mesias, sehingga rakyat Israel sangat bergembira karena telah lahir bagi mereka penyelamat bangsa; namun mereka sangat kecewa karena Mesias itu tidak menolong memerdekakan mereka, akhirnya banyak yang menolak Yesus.
Adapun keberadaan Yesus di dunia khususnya di Israel bukan untuk mengadakan Revolusi Fisik,- memerdekakan mereka dari kekuasaan Romawi – tetapi kedatangan Yesus adalah untuk melepaskan mereka dari kuasa dosa dan setan untuk membangun Kerajaan Allah yang bersifat “Kebenaran, Damai Sejahtera dan Sukacita oleh Roh Kudus – Rm. 14:17”, inilah Kerajaan Rohani yang jauh lebih penting dan berarti daripada Kerajaan Duniawi.
Yesus lahir pada waktu Herodes orang Edom menjadi Raja Israel menggantikan Hirkanus, apa sebabnya Herodes dapat menjadi raja ??
Pada saat Hirkanus memerintah, Yerusalem pernah diserang oleh orang-orang Partia, bahkan Hirkanus sempat ditawan oleh mereka. Sehingga kesempatan ini digunakan oleh Herodes untuk berangkat ke Roma untuk meminta bantuan kesana (sebab wilayah Edom dan Israel sama-sama di bawah taktis Kekaisaran Romawi), dan kaisar mengirimkan tentara untuk mengusir orang-orang Partia. Yerusalem dibebaskan dan juga Hirkanus dilepaskan, namun Kaisar langsung menunjuk Herodes untuk menjadi Raja di Israel.
Setelah Herodes meninggal, maka ketiga putranya ingin menjadi raja. Mereka bertiga berangkat ke Roma untuk menerima Mahkota Kerajaan dari Kaisar. (Berbarengan dengan itu di Israel terjadi pemberontakan-pemberontakan karena orang-orang Yahudi tidak suka dengan keluarga Herodes. Atas kebijaksanaan Kaisar Agustus maka Arkhelaus, salah seorang putra Herodes diangkat menjadi penguasa atas rakyat (ethnarch) di Propinsi Yudea, Idumea (Edom) dan Samaria. Rakyat menyebutnya Raja.
Putra kedua, yaitu Antipas (Herodes Antipas) memerintah di Galilea dan Perea (sebelah Timur Yordan) Lukas 3:1.
Putra ketiga, yaitu Filipus, memerintah di Iturea dan Trakhonitis (di bagian utara dekat sumber-sumber sungai Yordan). Kedua kakak beradik ini mendapat gelar “Tetrarch” (Raja seperempat negeri, gelar yang lebih rendah dari kakak mereka Arkhelaus).
Arkhelaus adalah seorang pemimpin yang bengis, sehingga akhirnya ia dibuang oleh Kaisar, dan mulai saat itu Kaisar tidak mengangkat lagi raja Yudea – Samaria, tetapi mengangkat wali-wali pemerintahan Romawi; seperti antara lain Pontius Pilatus yang telah menjatuhkan hukuman mati buat Yesus.
Seperti apa yang telah dijelaskan tadi, Bangsa Israel mendambakan Mesias untuk membebaskan mereka dari penindasan Romawi, namun ternyata misi Yesus sebagai Mesias bukan datang untuk membebaskan mereka dari belenggu Romawi, tapi dari belenggu Iblis / dosa. Hal ini mengecewakan bangsa Israel.
Dalam Injil Matius ini Yesus memang ditampilkan sebagai Mesias yang telah dijanjikan Allah untuk Israel, bahkan Ia adalah Raja yang dijanjikan. Namun Yesus tidak mengikuti/memenuhi keinginan Politik mereka, Yesus tidak bermaksud untuk mengadakan revolusi politik untuk membangun suatu Kerajaan Duniawi menyaingi Kekaisaran Romawi, tapi Yesus mau membangun Kerajaan Allah / Kerajaan Sorga.
Kerajaan Sorga bukanlah Kerajaan yang materialistik yang dikuasai oleh prinsip-prinsip dunia, juga bukan Kerajaan Nationalistik yang dibatasi oleh dunia, tapi Kerajaan Sorga adalah suatu kerajaan yang rohani, yang berkarakter bertabiat rohani, serta berperaturan Sorgawi yang didalamnya nyata akan pemerintahan Allah yang efektif dan tunduk pada prinsip-prinsip rohani.
Situasi Politik Israel dan pengaruh para Ahli Taurat dan Farisi telah sangat mempengaruhi umat Israel sehingga mereka tidak mengalami kepuasan rohani, menyebabkan ada pemberontakan dalam diri mereka sendiri.
Yesus mengasihi umatNya, sehingga melalui Injil Matius ini, yang juga disebut Injil Didaktis, karena berisikan nasehat-nasehat/pembinaan-pembinaan rohani maka antara lain Tuhan Yesus mendidik mereka bagaimana cara berdoa yang benar, yaitu efisien, efektif, simpel tapi berbobot.
Doa yang diajarkan oleh Tuhan Yesus ini relevansinya untuk kita yang hidup di akhir zaman ini sangat berarti, apalagi kalau kita akan menjabarkannya dengan Pelajaran Tabernakel dan Pelajaran 7 Tingkat Iman. Kita perlu membongkar rahasia ini melalui karunia-karunia Roh Kudus, karena menyadari bahwa setiap apa yang keluar dari mulut Yesus pasti ada sangkut pautnya dengan keselamatan jiwa manusia; dan juga bukan satu rahasia lagi bahwa banyak denominasi gereja yang menjadikan Doa Bapa Kami ini untuk diucapkan dalam setiap kegiatan ibadah; artinya tidak terbatas pada hari Minggu di gereja.
Namun sangat memprihatinkan sekali kalau kita hanya bisa mengucapkannya tapi tidak bisa melakukan karena kita tidak mengerti. (ingat Mat. 15:8; Yak. 1:22). Maka demi kepentingan keselamatan jiwa-jiwa maka kami telah berusaha sedemikian rupa melalui karunia-karunia Roh Kudus yang Tuhan Yesus percayakan kepada kami untuk boleh mengungkapkan Rahasia Doa Bapa Kami ini.

Kalimat pertama dari Doa Bapa Kami;

BAPA KAMI YANG DI SORGA;
Kalau kita telusuri kalimat ini, maka Tuhan Yesus telah mengajar supaya apabila memohon/meminta/menyampaikan keinginan kita yaitu melalui sarana doa, dan doa itu harus ditujukan kepada alamat yang jelas yaitu kepada Bapa di Sorga. Kita tahu bahwa Tuhan Allah hanya menyiapkan satu sarana yaitu melalui Yesus Kristus (Yoh 14:6; 10:9a), dan kalau dijabarkan dengan Pelajaran Tabernakel, ini berbicara tentang Pintu Gerbang, karena sesuai dengan fungsinya bahwa untuk memasuki Tabernakel sampai ke Ruang Maha Suci untuk Imam Besar dapat bertemu dengan Tuhan Allah, tak dapat tiada atau harus melalui Pintu Gerbang; identik dengan Yohanes 14:, dan disesuaikan dengan Pelajaran 7 Tingkat Iman, ini masuk pada Tangga Pertama, yaitu mendengar dan menerima Firman Allah serta percaya.

DIKUDUSKANLAH NAMAMU / DIPERMULIAKAN NAMAMU;
Maksud dari kalimat ini adalah agar Tuhan Yesuslah yang dipermuliakan. Saat manakah Tuhan Yesus dipermuliakan ?
Filipi. 2:6-11 (baca) Yesus yang tidak mempertahankan reputasinya sebagai Anak Allah bahkan sebagai Allah telah rela turun serendah- rendahnya dan juga taat sampai pada maut, karena untuk menyelamatkan umat manusia,- Fil. 2:9-11. Oleh karena itu Allah sangat meninggikanNya, bahkan dikatakan segala lutut bertelut dan segala lidah mengaku bahwa Yesus itulah Tuhan, bagi Kemuliaan Allah Bapa.-
Juga dalam Matius 27: 54, - Pasukan Romawi yang menjaga saat Yesus disalibkan, dari mulut yang sama keluar ucapan : “Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah” yang sebelumnya mengejek dan mengolok-olok Tuhan Yesus (Luk. 23:36:37). Jadi Yesus sangat dimuliakan setelahnya Dia mati di Golgota.
Alat pertama yang akan kita jumpai waktu masuk kedalam Tabernakel adalah Mezbah Korban Bakaran yang letaknyan di halaman- Dalam Pelajaran Tabernakel dijelaskan bahwa pengertian rohani dari pada Mezbah Korban Bakaran ini ialah “ SALIB KRISTUS”:
Setiap pribadi yang mau mengikuti Yuhan Yesus, harus berani Pikul Salib (Luk. 9:23), tetapi jika pribadi ini dinista oleh karena nama Kristus, maka Roh Kemuliaan yaitu Roh Allah ada pada pribadi tersebut. (I Pet. 4:14)
Jika dijabarkan dalam Pelajaran 7 Tingkat Iman ialah Tangga ke dua; bertobat dan mengeluarkan buah pertobatan, nah kalau demikian pribadi tersebut akan mulai mendapat penghargaan dari sekitarnya; karena adanya perubahan hidup, dari tidak baik menjadi baik.

DATANGLAH KERAJAANMU, JADILAH KEHENDAKMU DI BUMI SEPERTI DI SORGA
Apa maksud kerajaanMu (Allah) ?, kalau kita kembali melihat arti Kerajaan Allah yaitu dalam Roma 14:17, berarti yang dimaksudkan – datanglah kerajaanMu – ialah Roh Kudus !. Bukankah menurut Pelajaran Tabernakel bahwa pengertian Rohani dari Pintu Kemah identik dengan Tangga ke 5 dalam Pelajaran 7 Tingkat Iman ialah Kepenuhan Roh Suci.
Pula dihubungkan dengan kalimat selanjutnya, ada 3 saksi di Sorga yaitu Bapa, Firman dan Roh Kudus (1 Yoh. 5:6-8) dan ada 3 saksi di bumi yaitu Darah… Air dan Roh ; disesuaikan dengan Pel. Tabernakel maka darah itu berbicara tentang pengorbanan di MKB sedangkan air bicara Bejana Pembasuhan dan Roh ada hubungannya dengan pintu kemah karena Allah dalam Rohnya menyatu dengan manusia melalui roh manusia; jadi kalimat ini kalau kita masukan dalam Pel. 7 Tingkat iman yaitu bertobat, mengeluarkan buah pertobatan dan pewujudannya ialah menerima baptisan Air dan penuh Roh Suci.

BERIKANLAH KAMI PADA HARI INI MAKANAN KAMI YANG SECUKUPNYA
Pada Pelajaran Tabernakel, di Ruangan Suci ada alat yang namanya MRP, dimana di atas meja ini selalu ditaruh roti sajian, yang juga dalam pengertian harafiah bahwa roti tersebut dimakan oleh para imam yang bertugas dalam ruangan suci tadi; dan kalau kita lihat pengertian rohani dari alat ini ialah hubungan yang manis antara Tuhan Yesus dan Gereja Tuhan didalam Firman Allah dan Perjamuan Suci. Injil Yohanes 6:55 mengatakan bahwa makanan dan minuman kita yang sungguh-sungguh adalah Tubuh dan Darah Tuhan, Tubuh dan Darah Tuhan berarti :
1. Pribadi Tuhan Yesus, dan menurut Yoh. 1:1 bahwa Yesus adalah Firman.
2. Memakan Tubuh dan Darah Tuhan yaitu pada waktu kita makan perjamuan suci I Kor. 11:23-26.
Jadi yang dimaksud disini adalah makanan rohani.
Disesuaikan dengan Pelajaran 7 Tingkat Iman masuk pada tangga ke-6b, yaitu Jawatan Roh Suci karena kita tahu bahwa tugas 5 (lima) jawatan itu antara lain memberitakan Firman Allah dan melayani perjamuan suci.
Makanan pada kalimat ini juga berbicara tentang makanan jasmani, dimana kesimpulan dari kalimat ini adalah kita mampu mengucap syukur dengan apa yang ada sebab ada 3 unsur pada manusia yang harus diberi makan, yaitu : Tubuh, Jiwa dan Roh.
Tubuh diberi makanan jasmani, Jiwa diberi makan Firman Allah dan Roh dengan Penyembahan. Ketiga unsur ini harus diberi makanan yang seimbang, sebab jika tidak akan terjadi kepincangan-kepincangan yang menyebabkan terjadinya pemberontakan-pemberontakan.

DAN AMPUNILAH KAMI AKAN KESALAHAN KAMI, SEPERTI KAMI JUGA MENGAMPUNI ORANG YANG BERSALAH KEPADA KAMI:
Maksudnya adalah kita memiliki belas kasihan. Tuhan Yesus sudah memberikan contoh, dalam Lukas 23:24, Tuhan Yesus tidak mengutuk orang-orang yang menganiaya Dia, bahkan memintakan ampun kepada Bapa di Sorga.
Dalam Mat. 18:21-22, Petrus bertanya kepada Tuhan Yesus tentang berapa kalikah kita dapat memaafkan/mengampuni orang yang berbuat salah kepada kita ?. Tetapi Tuhan Yesus menjawab 70 x 7 kali !, dengan kata lain Tidak Terbatas.
Orang yang mengasihi Allah, harus juga mengasihi sesamanya manusia. (I Yoh 4:20-21)
Kalimat ini kalau kita jabarkan dalam Pelajaran Tabernakel, di Ruangan Suci pada Pelita Emas / Kandil ada angka 9 yang berbicara antara lain 9 Buah Roh suci (Gal.5:22-23); Kasih, Sukacita, Perdamaian dan seterusnya. Perdamaian, berarti saling mengampuni. Juga dalam buah kasih ialah tidak menyimpan kesalahan orang lain.
Dan menurut Pelajaran 7 Tingkat Iman berada pada tangga ke-6c.= Buah Roh.

DAN JANGANLAH MEMBAWA KAMI KE DALAM PENCOBAAN TETAPI LEPASKANLAH KAMI DARI PADA YANG JAHAT.
Rasul Paulus pernah menyurat kepada jemaat Tesalonika yaitu untuk mendoakan mereka ( Rasul Paulus dan Pelayanannya ) 2 Tes. 3:2. Dalam ayat ini ditekankan tentang peran Doa dan Iman (Yak. 5:16), untuk terhindar dari yang jahat.
Dengan kata lain, kita juga diajarkan untuk jangan egois, jangan mementingkan diri sendiri.
Meja Pembakaran Ukupan atau Mezbah Dupa yang pengertian rohaninya ialah hubungan yang manis antara Tuhan Yesus dan Gereja Tuhan dalam Doa dan Penyembahan. Sebab itu kalimat Doa Bapa Kami ini sesuai dengan Pelajaran Tabernakel masuk pada alat MPU/MD, sedangkan kalau kita hubungkan dengan Pelajaran 7 Tingkat Iman berada pada tangga ke-6a, yaitu Karunia Roh Suci antara lain Karunia Iman.

KARENA ENGKAULAH YANG EMPUNYA KERAJAAN DAN KUASA DAN KEMULIAAN SAMPAI SELAMA-LAMANYA.
Dalam Pelajaran Tabernakel, posisi kalimat ini berada di Ruangan Maha Suci, pada Peti Perjanjian yang didalamnya disimpan 3 alat, yaitu : 2 Loh Batu, Bokor Emas berisi Manna dan Tongkat Harun yang bertunas (Ibr. 9:4). 2 Loh Batu bicara Allah Bapa, Bokor berisi Manna bicara Tuhan Yesus, sedangkan Tongkat Harun yang bertunas itu berbicara tentang Roh Kudus. Jadi ketiga alat tadi berbicara pula tentang “KERAJAAN” “KUASA” dan “KEMULIAAN”
SELAMA-LAMANYA (KEKAL) Wahyu 5:12-13, yang tidak tergoncangkan (Ibrani 12:28).
Sesuai dengan 7 Tingkat Iman, ini berada pada tangga yang ke 7.





AMIN
Kata Ibrani yang berarti :
Pasti !, Sungguh !, dan Benar!.
Wahyu 21:5, Perkataan Allah tepat dan Benar.
Demikianlah pengungkapan Rahasia Doa Bapa Kami yang dijabarkan dengan Pelajaran Tabernakel dan Pelajaran 7 Tingkat Iman. Bahwa sesungguhnya mengandung rahasia yang sangat indah untuk keselamatan jiwa kita. Jadi Tuhan Yesus mengajarkan doa ini bukan hanya sekedar dihafal, tapi yang terpenting adalah melakukannya.
Efesus 5:17, dikatakan janganlah kamu bodoh, tetapi hendaklah kamu mengerti apa kehendak Tuhan.
Makanya sebagai Umat Kristiani, kita harus pertahankan Doa Bapa Kami ini, namun bukan hanya keluar dari bibir mulut sebagai ayat hafalan belaka, tapi harus mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Karena kalau hanya sebatas hafalan, maka kita diancam dengan perkataan Tuhan Yesus dalam Matius 15:8, memuliakan Tuhan dengan bibirnya padahal hatinya jauh dari Tuhan.
Banyak pelajaran cara berdoa yang diajarkan baik oleh para Nabi, Rasul, Pendeta dan lain-lain, tapi kualitasnya tidak sehebat Doa Bapa Kami yang diajarkan oleh Tuhan Yesus yang menjadi Pola / Patron / Penunjuk Jalan untuk menerima Keselamatan / hidup yang kekal dalam Sorga.
Sebab itu sebagai orang Kristen harus tahu Rahasia Doa Bapa Kami ini.


STTF – STPF LANGOWAN
PENYUSUN



Pdt. Ny. T.A. Surentu, STh., M.Div
DI SARIKAN OLEH PDT MELKY RAMBI Gembala GSPDI Tondey minahasa selatan